M YUSUF EFENDI (institut teknologi adhi tama surabaya)

Kamis, 07 Januari 2016

prewedding wawan & nurul

 pengalaman pertamaku memotret prewedding. sungguh pengalaman berharga & menarik untuk bagaimana cara untuk dpt kemistri dengan client










 ini disurabaya semua kok .
mungkin ada yang mau difotoin. invite 5863faf1






Rabu, 16 Desember 2015


sedikit biodata tentang saya guys

nama : M YUSUF EFENDI
ttl       : SURABAYA, 30 SEPTEMBER 1995
kuliah : institut teknologi adhi tama surabaya
hobi   : design grafis , fotografi, kameramen, menyanyi


Jangan Remehkan Perempuan Garam ( petani garam )

bu Wati begitulah panggilannya, usiannya yang menginjak 40 tahun perantauan dari sumenep madura. Seorang wanita tangguh berprofesi sebagai petani garam di ujung kota surabaya yaitu benowo, beliau memiliki 4 orang anak ( 3 perempuan dan 1 laki-laki ) . Satu keinginan beliau menjadikan anaknya sukses dunia dan akhirat , Allah SWT menurunkannya berkah itu kepada anak bungsunnya satu-satunnya anak lakinya sedang menjalankan kuliahnya di jurusan pertanian di Kalianget , Sumenep , Madura. dengan beasiswa dan tentu dengan keringat dan kerja keras dari kedua orang tuannya terutama ibu wati di Surabaya ini. Sebagai petani garam beliau harus merelekan seluruh waktunya di sawah. Terik matahari tidak pernah dihiraukan demi keluargannya. Penghasilan yang tak seberapa besar beliau hanya digaji 200 - 400 ribu / minggu dengan masa kerja yang hanya 4-5 bulan saja karena menjadi petani garam hanya musiman jadi 8-7 bulan lainnya keluarga kecil itu menganggur dan balik di madura. Hidupnya di surabayapun hanya tinggal digubuk kecil ditengah pematang garam yang sangat panas, Tetapi beliau tidak merasa kecewa dengan hidupnya karena bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah menjadi kunci yang selalu dipegangnya. Setiap perempuan didunia ini menurut saya sangat menginspirasi walaupun profesi bidan, guru, ibu rumah tangga, petani terutama ibu saya. Mereka melakukan dengan hati yang paling terdalam dan mengedepankan keikhlasannya. Semoga cuplikan kisah ibu Wati bisa menginspirasi wanita di indonesia khususnya surabaya.
bismillah
hallo blogger