pengalaman pertamaku memotret prewedding. sungguh pengalaman berharga & menarik untuk bagaimana cara untuk dpt kemistri dengan client
ini disurabaya semua kok .
mungkin ada yang mau difotoin. invite 5863faf1
efendi_epeng
Kamis, 07 Januari 2016
Rabu, 16 Desember 2015
Jangan Remehkan Perempuan Garam ( petani garam )
bu Wati begitulah panggilannya, usiannya yang menginjak 40 tahun
perantauan dari sumenep madura. Seorang wanita tangguh berprofesi
sebagai petani garam di ujung kota surabaya yaitu benowo, beliau
memiliki 4 orang anak ( 3 perempuan dan 1 laki-laki ) . Satu keinginan
beliau menjadikan anaknya sukses dunia dan akhirat , Allah SWT
menurunkannya berkah itu kepada anak bungsunnya satu-satunnya anak
lakinya sedang menjalankan kuliahnya di jurusan pertanian di Kalianget ,
Sumenep , Madura. dengan beasiswa dan tentu dengan keringat dan kerja
keras dari kedua orang tuannya terutama ibu wati di Surabaya ini.
Sebagai petani garam beliau harus merelekan seluruh waktunya di sawah.
Terik matahari tidak pernah dihiraukan demi keluargannya. Penghasilan
yang tak seberapa besar beliau hanya digaji 200 - 400 ribu / minggu
dengan masa kerja yang hanya 4-5 bulan saja karena menjadi petani garam
hanya musiman jadi 8-7 bulan lainnya keluarga kecil itu menganggur dan
balik di madura. Hidupnya di surabayapun hanya tinggal digubuk kecil
ditengah pematang garam yang sangat panas, Tetapi beliau tidak merasa
kecewa dengan hidupnya karena bersyukur atas nikmat yang telah diberikan
Allah menjadi kunci yang selalu dipegangnya. Setiap perempuan didunia
ini menurut saya sangat menginspirasi walaupun profesi bidan, guru, ibu
rumah tangga, petani terutama ibu saya. Mereka melakukan dengan hati
yang paling terdalam dan mengedepankan keikhlasannya. Semoga cuplikan
kisah ibu Wati bisa menginspirasi wanita di indonesia khususnya
surabaya.
Langganan:
Postingan (Atom)

















